Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan.
Ibu kota kabupaten ini terletak di Barabai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.472
km² dan berpenduduk sebanyak 243.389 jiwa (hasil Sensus
Penduduk Indonesia 2010). Motto daerah ini adalah
"Murakata" yang diambil dari bahasa Banjar. Murakata merupakan singkatan dari
kata, Mufakat, Rakat, Seiya-sekata. Makanan khas Hulu Sungai Tengah
adalah Apam
Barabai dan Pakasam.
Luas Wilayah
|
No.
|
Kecamatan
|
Luas (Km²)
|
Persentase
|
|
1.
|
54,57
|
3,7
|
|
|
2.
|
189,80
|
12,9
|
|
|
3.
|
247,94
|
16,8
|
|
|
4.
|
70,00
|
4,8
|
|
|
5.
|
99,00
|
6,7
|
|
|
6.
|
191,98
|
13,0
|
|
|
7.
|
148,60
|
10,1
|
|
|
8.
|
86,54
|
5,9
|
|
|
9.
|
161,81
|
11,0
|
|
|
10.
|
77,49
|
5,3
|
|
|
11.
|
144,24
|
9,8
|
I.
PELAKU SEJARAH, DASAR, DAN PROSES TERBENTUKNYA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
A. Pelaku Sejarah
Berdirinya Kabupaten Hulu Sungai Tengah
1.
H. Ali Baderun T
2.
Abidarda
3.
Abdul Muis Redhani
4.
H. Sibli Imansyah
5.
Surya Hadi Saputera
6.
A. Talib
7.
H. Salim
8. Osvia
Arafiah
9. A. Zainie
Ys
10. Taplih M
11. Faisal Amberie
12. Anang Iberahim
13. H. Syahrani Achmad
14. Muchyar Usman
15. Hamli Guru
16. H. Sulaiman Kurdi
B. Dasar Berdirinya
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
1. Dasar
pemikiran ketika itu :
·
Bahwa untuk majunya daerah Barabai harus diatur dan diurus oleh masyarakat
Barabai itu sendiri.
·
Historisch resch telah menyatakan bahwa pada zaman penjajahan Belanda sudah ada
Barabai Road, yang mana pengurusan kepentingan daerah maupun pengurusan
keuangan diserahkan sepenuhnya kepada Barabai.
·
Bahwa syarat-syarat untuk berotonomi daerah bagi Barabai telah mencukupi.
2. Dasar
Hukum
·
Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan atas nama
Menteri Dalam Negeri tanggal 14 Pebruari 1957 No. Pem-20/2/11 tentang
ditetapkannya Barabai menjadi Kabupaten Administratif.
·
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1954 tentang penetapan Kabupaten Administratif
Barabai menjadi Daerah Swatantra Tingkat II Hulu Sungai Tengah.
Barabai Catat Sejarah Adipura
Selasa,
5 Juni 2012
Perjuangan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai
Tengah untuk meraih Piala Adipura akhirnya tercapai. Bahkan Kota Barabai
mencatat sejarah sebagai ketegori kecil pertama di Banua Enam yang berhasil
menggondol Piala bergenggi tersebut.
Kepastian itu menyusul diterima surat dari Kementrian
Lingkungan Hidup kepada Bupati HST H Harun Nurasid untuk menerima Piala Adipura
dari Presiden SBY bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup
tanggal 5 Juni 2012.
Dalam surat bernomor B-5665/Dep.IV/LH/PDAL/06/2012 yang
ditanda tangani Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),
Limbah dan Sampah Dra. Masnellyarti Hiulman, MSc tersebut ,Harun bersama 77
kepala daerah di Indonesia akan menerima Piala Adipura pada hari Selasa 5 juni
pukul 09.00 bertempat di Istana Negara Jl. Medan Merdeka Timur Jakarta.
“Sesuai dengan isi surat, undangan masuk istana negara di
ambil tanggal 4 Juni 2012 di Hotel Red Top Jl. Pacenongan No. 72 Jakarta Pusat
oleh Plt. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Lab. HST H. M.
Tamzil” ujar Kabag Humas dan Protokol Ramadhan.
Harun sendiri mengaku sangat bersyukur dan bergembira dengan
keberhasilah Kota Barabai dalam meraih Piala Adipura. Pasalnya penghargaan
tersebut sudah puluhan tahun menjadi impian dan harapan warga Bumi Murakata.
“Piala Adipura tersebut menjadi manifestasi kerja keras,
pengorbanan dan rasa kebersamaan seluruh komponen pemerintah dan
masyarakat dalam mewujudkan lingkungan Kota “Apam” Barabai yang bersih indah
dan nyaman” ujar Harun.
Lebih dari itu ujarnya, penghargaan tersebut akan menjadi
penyemangat dan inspirasi seluruh warga dalam upaya menegakkan budaya hidup
yang lebih bersih dan sehat serta berkualitas.
“Kita bertekad untuk dapat mempertahankannya pada
tahun-tahun ke depan dengan lebih meningkatkan swadaya masyarakat” tandasnya.
Harun juga menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak
yang pantang menyerah untuk meraih Piala Adipura, terutama Badan
Pengelola Lingkungan Hidup berserta pasukan kuningnya yang berkerja siang malam
tanpa merasa lelah.
“Kita persembahkan Piala Adipura kepada seluruh masyarakat
Bumi Murakata” ujarnya seraya berharap partisipasi dan swadaya masyarakat akan
meningkat dalam membudayakan hidup bersih dan sehat.
Sebagai wujud terima kasih kepada pasukan kuning yang banyak
berjasa dalam menghantarkan peraihan Piala Adipura, Harun akan memberangkatkan umrah
satu orang anggota pasukan kuning.
“Kita akan mengundi, siapa diantara anggota pasukan kuning
yang beruntung mendapat bonus umrah” katanya.
Untuk kemeriahan merayakan keberhasilan mendapatkan
piala Adipura, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan menggelar pawai
keliling dengan start di Simpang Empat Haruyan sebagai tempat penyambutan Piala
Adipura.
“Acara selamatannya akan kita gelar di tengah pasar Keramat
Barabai. Hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pedagang dan masyarakat
yang peduli dan sadar dalam menjaga kebersihan dan ketertiban pasar serta
lingkungan mereka” ujar Harun.
Sementera itu Sekretaris Daerah IBG Dharma Putra menjelaskan
bahwa pada tahun 2011 lalu Kabupaten Hulu Sungai Tengah hanya berhasil
mendapatkan penghargaan Setifikat Adipura dan The Best Effort. Namun
kedua penghargaa tersebut ternyata menjadi pelecut untuk meraih
penghargaan tertinggi Piala Adipura bersama Kabnuapten Banjar dan Kota
Banjarbaru yang berhasil meraih nilai di atas passing grade yaknitu melebihi
74.
“Piala Adipura tersebut menjadi kado indah untuk periode
kedua kepemimpinan H Harun Nurasid yang berhasil menorehkan prestasi luar biasa
di bidang lingkungan hidup” katanya.(Mas)
Saya bangga menjadi seorang putra - putri banua Murakata
Hulu Sungai Tengah, Barabai :)
#semoga bermanfaat