Selasa, 12 Juni 2012

Hulu Sungai Tengah


Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan. Ibu kota kabupaten ini terletak di Barabai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.472 km² dan berpenduduk sebanyak 243.389 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Motto daerah ini adalah "Murakata" yang diambil dari bahasa Banjar. Murakata merupakan singkatan dari kata, Mufakat, Rakat, Seiya-sekata. Makanan khas Hulu Sungai Tengah adalah Apam Barabai dan Pakasam.
Luas Wilayah
No.
Kecamatan
Luas (Km²)
Persentase
1.
54,57
3,7
2.
189,80
12,9
3.
247,94
16,8
4.
70,00
4,8
5.
99,00
6,7
6.
191,98
13,0
7.
148,60
10,1
8.
86,54
5,9
9.
161,81
11,0
10.
77,49
5,3
11.
144,24
9,8

I.          PELAKU SEJARAH, DASAR, DAN PROSES TERBENTUKNYA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

A.   Pelaku Sejarah Berdirinya Kabupaten Hulu Sungai Tengah

1.        H. Ali Baderun T
2.        Abidarda
3.        Abdul Muis Redhani
4.        H. Sibli Imansyah
5.        Surya Hadi Saputera
6.        A. Talib
7.        H. Salim
8.        Osvia Arafiah
9.        A. Zainie Ys
10.      Taplih M
11.      Faisal Amberie
12.      Anang Iberahim
13.      H. Syahrani Achmad
14.      Muchyar Usman
15.      Hamli Guru
16.      H. Sulaiman Kurdi

B.   Dasar Berdirinya Kabupaten Hulu Sungai Tengah

1.        Dasar pemikiran ketika itu :

·               Bahwa untuk majunya daerah Barabai harus diatur dan diurus oleh masyarakat Barabai itu sendiri.
·               Historisch resch telah menyatakan bahwa pada zaman penjajahan Belanda sudah ada Barabai Road, yang mana pengurusan kepentingan daerah maupun pengurusan keuangan diserahkan sepenuhnya kepada Barabai.
·               Bahwa syarat-syarat untuk berotonomi daerah bagi Barabai telah mencukupi.

2.        Dasar Hukum

·               Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan atas nama Menteri Dalam Negeri tanggal 14 Pebruari 1957 No. Pem-20/2/11 tentang ditetapkannya Barabai menjadi Kabupaten Administratif.
·               Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1954 tentang penetapan Kabupaten Administratif Barabai menjadi Daerah Swatantra Tingkat II Hulu Sungai Tengah.

Barabai Catat Sejarah Adipura
Selasa, 5 Juni 2012
Perjuangan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk meraih Piala Adipura akhirnya tercapai. Bahkan Kota Barabai mencatat sejarah sebagai ketegori kecil pertama di Banua Enam yang berhasil menggondol Piala bergenggi tersebut.  
Kepastian itu menyusul diterima surat  dari Kementrian Lingkungan Hidup kepada Bupati HST H Harun Nurasid untuk menerima Piala Adipura dari Presiden SBY  bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 2012.
 
Dalam surat bernomor B-5665/Dep.IV/LH/PDAL/06/2012 yang ditanda tangani Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Limbah dan Sampah Dra. Masnellyarti Hiulman, MSc tersebut ,Harun bersama 77 kepala daerah di Indonesia akan menerima Piala Adipura pada hari Selasa 5 juni pukul 09.00 bertempat di Istana Negara Jl. Medan Merdeka Timur Jakarta.
 
“Sesuai dengan isi surat, undangan masuk istana negara di ambil tanggal 4 Juni 2012 di Hotel Red Top Jl. Pacenongan No. 72 Jakarta Pusat oleh Plt. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Lab. HST H. M. Tamzil” ujar Kabag Humas dan Protokol Ramadhan.
 
Harun sendiri mengaku sangat bersyukur dan bergembira dengan keberhasilah Kota Barabai dalam meraih Piala Adipura. Pasalnya penghargaan tersebut sudah puluhan tahun menjadi impian dan harapan warga Bumi Murakata.
 
“Piala Adipura tersebut menjadi manifestasi kerja keras, pengorbanan  dan rasa kebersamaan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan Kota “Apam” Barabai yang bersih indah dan nyaman” ujar Harun.  
 
Lebih dari itu ujarnya, penghargaan tersebut akan menjadi penyemangat dan inspirasi seluruh warga dalam upaya menegakkan budaya hidup yang lebih bersih dan sehat serta berkualitas.
 
“Kita bertekad untuk dapat mempertahankannya pada tahun-tahun ke depan dengan lebih meningkatkan swadaya masyarakat” tandasnya.
Harun juga menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang  pantang menyerah untuk  meraih Piala Adipura, terutama Badan Pengelola Lingkungan Hidup berserta pasukan kuningnya yang berkerja siang malam tanpa merasa lelah.
 
“Kita persembahkan Piala Adipura kepada seluruh masyarakat Bumi Murakata” ujarnya seraya berharap partisipasi dan swadaya masyarakat akan meningkat dalam membudayakan hidup bersih dan sehat.
 
Sebagai wujud terima kasih kepada pasukan kuning yang banyak berjasa dalam menghantarkan peraihan Piala Adipura, Harun akan memberangkatkan umrah satu orang anggota pasukan kuning.
 
“Kita akan mengundi, siapa diantara anggota pasukan kuning yang beruntung mendapat bonus umrah” katanya.
 
Untuk kemeriahan merayakan keberhasilan mendapatkan  piala Adipura, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan menggelar pawai keliling dengan start di Simpang Empat Haruyan sebagai tempat penyambutan Piala Adipura.
“Acara selamatannya akan kita gelar di tengah pasar Keramat Barabai. Hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pedagang dan masyarakat yang peduli dan sadar dalam menjaga kebersihan dan ketertiban pasar serta lingkungan mereka” ujar Harun.
 
Sementera itu Sekretaris Daerah IBG Dharma Putra menjelaskan bahwa pada tahun 2011 lalu  Kabupaten Hulu Sungai Tengah hanya berhasil mendapatkan penghargaan Setifikat Adipura dan The Best Effort.  Namun kedua penghargaa tersebut ternyata menjadi pelecut  untuk meraih penghargaan tertinggi Piala Adipura bersama Kabnuapten Banjar dan Kota Banjarbaru yang berhasil meraih nilai di atas passing grade yaknitu melebihi 74.
 
“Piala Adipura tersebut menjadi kado indah untuk periode kedua kepemimpinan H Harun Nurasid yang berhasil menorehkan prestasi luar biasa di bidang lingkungan hidup” katanya.(Mas) 



Saya bangga menjadi seorang putra - putri banua Murakata
Hulu Sungai Tengah, Barabai :)
#semoga bermanfaat

Minggu, 10 Juni 2012

Puisi


Bagi sang jiwa yang memeluk jiwaku,
bagi hati yang mencurahkan rahasia-rahasianya
pada hatiku,
dan bagi tangan yang menyalakan api emosiku,
aku persembahkan puisi ini

CINTA

Cinta..
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
Kepedihan hati yang tak terobati,
disaat hati ini telah kuyakini..

Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Indah yang sekejap mata..
namun sakitnya tak terhinnga..
Kata-katapun tak mampu wakili..
akan pedih hati ini..

CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..

CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..

Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..

Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?
“itu salah”!!!
saat di cintai kita hanya merasa bangga,
namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..


#Lirik di atas saya baca melalui blog seorang teman yang sangat mewakili apa yang biasa saya rasakan dan mungkin anda rasakan